Saturday, 1 October 2011

THERE'S NOTHING IMPOSSIBLE

Now Playing : "I.. I love you like a love song, Baby.. Yeah, I.. I love you like a love song, Baby." - Selena Gomez.

"Demen nggak lagunya? Enak kan?" 
"Sorry ya tapi menurut gua nggak. Nih denger deh yang ini!"

"Hey! I'm Mr. Simple! Blow your minddd!"
"Kpop lagi, Kpop lagi? Apaan sih ga jelas Mr. Simple, teriak2. Sori aja ya, menurut gua Love You like a Song is the best!"
"GAK! Gua Elf sejati dan gua anggap Mr. Simple yang terkeren! Itu uda menangin banyak penghargaan tahu!"
"Gua fans Selena Gomez! Pokoknya itu yang terkeren!"

Nggak jarang kita dengerin hal seperti itu. Yang berdiri di pihak A, pasti akan membela pihaknya. Sedangkan yang berdiri di pihak B, pasti akan terus membela pihak B. Jadi intinya, pasti akan selalu ada pembelaan.

Oke secara pribadi, gua tidak berdiri di keduanya. Gua berada di tengah-tengah. Gua suka Selena Gomez, dan menurut gua lagu Love You like a Song-nya nggak jelek2 banget, tetapi masih enak dinyanyiin. Sementara itu gua juga bukan Elf, tapi lagu Mr. Simplenya menurut gua enak aja didengerin, jadi ya.. intinya gua suka kedua lagu itu.


Jadi, kenapa bisa ada perbedaan pikiran antara pihak A dan pihak B? Jawabannya simple : Karena terlanjur cinta. Kalau lu uda terlanjur cinta sama Selena Gomez, pastinya lu bakal terus berusaha untuk mencari info tentang dia, lu enjoy semua lagunya. Meskipun awalnya lu berpikir kalau lagunya itu kurang gitu enak buat didengerin, tapi lama-lama lu pasti bakalan suka karena terlanjur cinta tadi. Sedangkan, kalau misalnya lu nggak suka K-Pop, dan lu anggap Super Junior biasa saja, jadi lu sudah terlanjur nge"cap" Super Junior sebagai artis biasa, dan lu tidak mau mendengarkan lagu-lagunya.


Sebaliknya, kalau lu suka Super Junior, tetapi lu nganggap Selena Gomez nggak bisa nyanyi lah, apa lah, intinya lu sudah nge"cap" Selena Gomez sebagai artis yang biasa-biasa saja. Setiap kali lu dengerin lagu dia, lu bakal nganggap lagu-lagu dia itu jelek karena lu sudah terlanjur cinta sama Super Junior. Nah, kalau akhirnya lu bakal jatuh cinta ama lagu Selena Gomez, atau sebaliknya, itu tergantung diri lu sendiri.


Ketika lu lihat soal Matematika, Fisika, Kimia, Biologi yang bikin stress gara2 nggak ketemu x, y, akar2nya, lu pasti sudah minder duluan, atau nggak lu pasti ngomong : "Duh, kenapa sih gua dihadapin sama soal-soal kayak gitu." Atau nggak : "Udah lah, nggak bisa deh gua." Atau nggak lagi : "Remedialnya kapan, Bu?" Padahal lu sama sekali belum coba. Kenapa bisa gitu? Kenapa lu bisa dapet nilai jelek? Karena lu nggak berusaha untuk mencoba. Lu sudah grogi, takut duluan. Kenapa para anak OSN bisa ngerjain soal Matematika? Karena mereka sudah 'terlanjur cinta'. Terlanjur cinta di sini bukan berarti lu melakukan segala-galanya buat Mat, atau lu menjadi Math Geek, melainkan lu berusaha untuk menemukan jawabannya ketika lu nggak mampu. Kalau lu sudah berusaha buat 'terlanjur cinta' dengan Matematika, setidaknya lu sudah punya kesempatan untuk membuka potensi diri lu lebih besar lagi. Tetapi dengan mencoba, lu nggak mungkin langsung berhasil. Ada kalanya lu harus jatuh, tetapi jika di saat itu lu terus mencoba, mencoba, dan mencoba, gua berani jamin suatu saat lu pasti berhasil. Sama-sama makan nasi, sama-sama manusia, sama-sama ciptaan Tuhan, kenapa nggak bisa?


Kalau lu nge"cap" diri lu nggak bisa apa-apa, atau ada yang bilang diri lu sebagai "sampah masyarakat", lu nggak usah peduliin. Tuhan nggak menciptakan sampah. Lalat pun nggak pernah dianggap sampah di hadapan-Nya. Lu harus berusaha untuk lebih mencintai diri lu, bidang kelemahan lu, dan dengan giat belajar dan terus berusaha, serta berani mencoba, lu pasti bisa.


Oke gua di sini bukan mau memotivasi lu pada atau apa, tapi gua mau nunjukkin kalau kita semua sama, dan lu, pasti bisa! And yes, we can :)




See you, Champions!


"Possibilities are like the stars at night, infinitive."

Baik Selena Gomez maupun Super Junior adalah artis yang berbakat. Tadi itu hanya contoh, jangan dianggap serius. No offense :)


No comments:

Post a Comment